Mahabbah Jadi Fondasi Utama Pendidikan dan Pengabdian
SEMARANG[BahteraJateng] – Pentingnya mahabbah atau cinta sebagai dasar kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan, menjadi pesan utama dalam Hikmah Idulfitri pada acara Pisah Sambut Rektor dan Halalbihalal 1447 H di UIN Walisongo Semarang pada Selasa (31/3).
Pesan tersebut disampaikan Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidillah Shodaqoh, di hadapan civitas akademika yang memadati Auditorium II Gedung Prof. Tgk. Ismail Yaqub, Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.
Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas kehidupan, termasuk proses pendidikan, harus dilandasi rasa cinta. Menurutnya, pendidik mengajar karena cinta kepada mahasiswa, sementara peserta didik belajar karena kecintaan terhadap ilmu.
“Tanpa mahabbah, proses pendidikan hanya menjadi rutinitas mekanis yang kehilangan makna,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai kasih sayang menjadi kunci dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kematangan emosional dan spiritual.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum estafet kepemimpinan dari Nizar kepada Musahadi. Sejumlah tokoh hadir dalam acara ini, di antaranya Ahmad Daroji dan Abdul Djamil, serta jajaran Dharma Wanita Persatuan.
Selain menekankan pentingnya cinta, Kiai Ubaid juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum rekonsiliasi. Ia mengingatkan pentingnya berdamai dengan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan kerja demi menciptakan harmoni dalam kehidupan.
Pesan tersebut dinilai relevan dalam masa transisi kepemimpinan kampus, sebagai landasan memperkuat kebersamaan dan soliditas internal dalam menghadapi tantangan ke depan.
Acara ditutup dengan tradisi mushafahah antara pimpinan dan civitas akademika, mencerminkan semangat persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan kampus.

