Mohammad Ahsan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Mohammad Ahsan.(Foto. BahteraJateng/day)

Disdik Kota Semarang Pastikan MPLS Tanpa Perpeloncoan, Dewan Dukung Konsep Sekolah Ramah Anak

SEMARANG[BahteraJateng] – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh satuan pendidikan berlangsung tanpa praktik perpeloncoan maupun kekerasan.

Kepala Disdik Kota Semarang, Mohammad Ahsan, mengatakan MPLS merupakan kesan pertama bagi peserta didik baru di jenjang TK, SD, dan SMP untuk mengenal lingkungan sekolah. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan harus berlangsung aman, menyenangkan, dan ramah anak.

“Tidak boleh ada perpeloncoan, kekerasan, atau kegiatan yang membuat anak merasa takut maupun tidak nyaman,” kata Ahsan pada Senin (14/7).

Ia meminta setiap satuan pendidikan memanfaatkan MPLS sebagai momentum bagi peserta didik untuk saling mengenal, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membangun semangat belajar, serta menanamkan nilai-nilai karakter sejak hari pertama masuk sekolah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan MPLS Ramah. Menurutnya, konsep tersebut menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi peserta didik.

“Sebagai wakil rakyat, kami memandang MPLS Ramah ini sejalan dengan upaya DPRD dalam mendorong kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kesejahteraan siswa,” ujarnya.

Politikus PKS itu mengapresiasi Disdik Kota Semarang yang merancang MPLS tidak hanya sebagai ajang pengenalan fasilitas dan tata tertib sekolah, tetapi juga sebagai sarana pembinaan mental dan emosional siswa.

Menurutnya, MPLS perlu diisi dengan penguatan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab dalam belajar, empati, kebersamaan antarteman, serta rasa percaya diri untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Suharsono juga menegaskan seluruh kegiatan MPLS harus dilaksanakan secara edukatif dan kreatif tanpa membuka ruang bagi praktik perpeloncoan.

Ia memastikan DPRD Kota Semarang akan terus mengawal keberlanjutan program-program pendidikan yang berdampak langsung bagi peserta didik, termasuk kegiatan penguatan karakter pada awal tahun ajaran.

“Kami akan mengawal agar program-program pembinaan siswa ini tidak mengalami pemangkasan yang berpotensi mengurangi kualitas layanan pendidikan di Kota Semarang,” tegasnya.

Selain itu, Suharsono mengajak sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang benar-benar ramah anak.

Menurutnya, pelaksanaan MPLS Ramah di Kota Semarang diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain sekaligus menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang berintegritas dan berkarakter kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *