Ahmad Luthfi Minta KDMP Jateng Murahkan Pangan dan Serap Panen Petani
BOYOLALI[BahteraJateng] — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menyerap hasil panen petani dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pesan tersebut disampaikan saat meninjau operasional KDMP di Kabupaten Semarang dan Boyolali pada Senin (19/10). Menurut Luthfi, koperasi harus menjadi penggerak ekonomi desa, bukan sekadar tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari.
“KDMP merupakan off-taker produk-produk desa, termasuk di dalamnya hasil pangan dan UMKM,” kata Luthfi.
Ia meminta koperasi yang sudah beroperasi aktif mempromosikan layanan kepada masyarakat. KDMP juga diharapkan membantu pemasaran produk lokal sekaligus memperpendek rantai distribusi pangan.
Manfaat harga terjangkau dirasakan warga Desa Banyudono, Boyolali, Sri Mulyani. Ia mengaku membeli minyak goreng seharga Rp16 ribu di KDMP, lebih murah dibandingkan harga sekitar Rp22 ribu di pasaran.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah per 20 Oktober 2026, sebanyak 5.427 dari 8.523 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah beroperasi. Sementara itu, 3.096 unit lainnya masih dalam tahap persiapan.
Luthfi mengatakan, kendala operasional antara lain pasokan listrik, kendaraan, dan ketersediaan barang dagangan.
Ia mendorong pengurus koperasi yang belum beroperasi belajar dari KDMP yang telah berjalan, termasuk dalam pengelolaan gerai dan kerja sama dengan UMKM melalui sistem konsinyasi.
Pemerintah provinsi juga akan mengevaluasi kebutuhan sarana dan prasarana secara bertahap agar koperasi dapat beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.(sun)

