Semarang Pencak Silat Open Championship 2024, Diikuti 1.888 Peserta

SEMARANG[BahteraJateng] – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Semarang Pencak Silat Open Championship 2024 resmi dimulai yang akan berlangsung pada 20-22 Desember 2024 di GOR Universitas Semarang.

Semarang Pencak Silat Open Championship 2024 dibuka oleh Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Semarang, Joko Santoso. Ajang ini menghadirkan 1.888 peserta dari 111 kontingen se-Indonesia, termasuk kontingen terjauh dari Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Ketua Panitia, Suharsono, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak. “Kami berharap kejurnas Semarang Pencak Silat Open Championship 2024 ini dapat melahirkan atlet-atlet hebat yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” ujarnya.

Kejuaraan ini, yang berlangsung hingga 22 Desember 2024, bertujuan memupuk prestasi atlet muda sekaligus melestarikan pencak silat sebagai budaya bangsa.

Acara pembukaan dihadiri perwakilan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Rektor Universitas Semarang, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) yang mewakili Wali Kota Semarang.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini, menyampaikan kejurnas ini menjadi agenda tahunan untuk mendukung pembinaan atlet muda, sekaligus memperkuat identitas pencak silat sebagai seni bela diri tradisional Indonesia.

Suasana kompetisi dipenuhi semangat sportivitas. Para peserta, yang terdiri dari anak-anak hingga dewasa, berlaga dengan harapan memberikan penampilan terbaik mereka. Selain mengasah kemampuan teknis, ajang ini juga mengedepankan nilai-nilai budaya dan karakter positif.

“Kami ingin menjadikan pencak silat sebagai budaya positif bagi generasi muda. Ajang ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan minat dan bakat anak-anak dan remaja sekaligus mengarahkan mereka ke aktivitas yang bermanfaat,” imbuh Suharsono.

Sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa, Kejurnas ini juga menjadi wadah untuk memperkuat pencak silat sebagai warisan tak benda dunia yang telah diakui UNESCO. Dengan jumlah peserta yang sangat besar, kejuaraan ini mencerminkan antusiasme tinggi terhadap seni bela diri tradisional ini.

Ajang kejurnas ini diharapkan tidak hanya mencetak atlet unggul, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih mencintai seni bela diri asli Indonesia. Semangat para peserta menjadi bukti bahwa pencak silat tetap relevan dan terus berkembang di era modern.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *