Kebocoran Pipa PDAM
Kebocoran pipa utama milik PDAM di wilayah Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan.(Dok. Humas PDAM)
|

Tanah Gerak Sebabkan Pipa Bocor, 40 Ribu Pelanggan PDAM di Semarang Barat Terdampak

SEMARANG[BahteraJateng] — Kebocoran pipa utama milik PDAM Tirta Moedal Semarang di wilayah Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, menyebabkan gangguan distribusi air bersih bagi sekitar 40 ribu pelanggan di wilayah Semarang Barat. Kerusakan tersebut diduga dipicu pergerakan tanah akibat kondisi cuaca dan tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Pelaksana Tugas Direktur Teknik PDAM, Hariyadi, mengatakan kerusakan terjadi karena faktor alam yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil sehingga berdampak pada jaringan pipa.

“Kerusakan ini karena faktor alam yang tidak bisa dihindari, sehingga pipa kami mengalami kerusakan,” ujarnya, Minggu (24/5).

Menurut dia, kasus serupa telah terjadi beberapa kali di lokasi yang sama. Titik kebocoran yang saat ini diperbaiki merupakan area yang sejak 2024 sudah beberapa kali mengalami gangguan akibat pergerakan tanah.

Hariyadi menjelaskan, gerakan tanah biasanya memengaruhi bagian pipa yang memiliki titik lemah seperti sambungan atau konstruksi tertentu. Proses perbaikan juga terkendala medan yang curam sehingga alat berat membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau lokasi kerusakan.

Sementara itu, Direktur Umum PDAM Tirta Moedal Semarang, Yulianto Prabowo, mengatakan pihaknya telah melakukan pengalihan pasokan air dari wilayah Gunungpati dan Kaligarang guna mengurangi dampak gangguan distribusi di Semarang Barat.

Dari total sekitar 40 ribu pelanggan yang terdampak, pengalihan aliran tersebut mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan pelanggan untuk sementara waktu. Selain itu, PDAM menyiapkan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih secara gratis kepada warga terdampak.

Hingga Minggu (24/5), sebanyak enam truk tangki telah diterjunkan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi layanan call center PDAM selama 24 jam.

PDAM juga berencana mendatangkan tenaga ahli dari Jakarta untuk mengevaluasi kawasan rawan tanah gerak sepanjang sekitar 120 meter yang berpotensi menimbulkan kerusakan pipa berulang. Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang guna menjaga keandalan pasokan air bersih bagi pelanggan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *