Gus Yahya
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dalam kegiatan halalbihalal dengan PCNU se Jatim.(Dok. PBNU)

36 PCNU se-Jatim Temui Gus Yahya, Digdaya Dinilai Efisien

MADURA[BahteraJateng] – Sebanyak 36 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur bersilaturahmi dengan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, di Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah, Bangkalan, Madura, Senin (4/5).

Pertemuan tersebut disebut sebagai sesi “nyicip LPJ” atau laporan pertanggungjawaban menjelang akhir masa jabatan periode pertama Gus Yahya. Dalam forum itu, ia menjelaskan program prioritas PBNU, mulai dari transformasi organisasi, kaderisasi, digitalisasi, hingga penguatan peran global.

Salah satu yang disorot adalah program Digdaya (Digitalisasi Data dan Layanan dalam Tata Kelola NU). Gus Yahya menyebut program ini ditargetkan menjangkau hingga tingkat ranting, meski belum sepenuhnya rampung karena berbagai kendala.

“Jika sudah terkonsolidasi hingga ke ranting, kita akan bisa mengorganisir masyarakat lebih efektif,” ujarnya.

Para Ketua PCNU menilai Digdaya membawa dampak positif. Ketua PCNU Blitar, Kiai Muqorobin, mengatakan program tersebut membuat kerja organisasi lebih efisien dan menekan biaya administrasi.

Hal serupa disampaikan Ketua PCNU Pamekasan, Kiai Mukhlis Nasir, yang menyebut Digdaya sebagai terobosan penting.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menepis isu dirinya sebagai agen zionis. Ia menegaskan komitmen mendukung kemerdekaan Palestina dan menyatakan tidak ada kerja sama sebelum Palestina merdeka.

“Kalau soal agen zionis, saya belum apa-apa dibanding Gus Dur. Tapi saya tegaskan kepada Benjamin Netanyahu, kita tidak bisa bekerja sama sampai Palestina benar-benar merdeka,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *