Taman Kota di Semarang, Tempat Pengolahan Sampah dan Edukasi
SEMARANG[BahteraJateng] — Pemerintah Kota Semarang mulai menjadikan taman kota sebagai titik awal pengelolaan sampah melalui penambahan fasilitas tempat sampah pilah dan komposter. Kebijakan ini merupakan bagian dari program Semarang Bersih dengan pendekatan zero waste berbasis masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan pihaknya telah menambah tempat sampah tiga pilah serta tong komposter di Taman Indonesia Kaya. Fasilitas tersebut digunakan untuk memilah sampah organik dan anorganik sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos.
“Taman Indonesia Kaya memiliki pengunjung yang cukup padat dan sering digunakan untuk berbagai kegiatan. Karena itu, pengelolaan sampah perlu dimulai dari sini,” ujarnya pada Senin (2/3).
Menurutnya, keberadaan tempat sampah pilah di taman kota juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya.
Sementara komposter diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah yang dibuang ke TPA serta menekan emisi gas rumah kaca.
Saat ini, Pemkot Semarang memiliki 149 taman kota yang terdiri dari 55 taman aktif dan 94 taman pasif. Disperkim berencana memperluas penyediaan fasilitas serupa di taman aktif lainnya guna mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan serta menjaga fungsi ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota.

