Bukber FKSP di Kampung Pancasila: Merawat Toleransi di Ujung Ramadan
SEMARANG[BahteraJateng] — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Markas Kampung Pancasila, Genuk, Kota Semarang, saat Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) menggelar buka puasa bersama (bukber) sebagai penutup rangkaian kegiatan Ramadan.
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus FKSP, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang turut meramaikan momen silaturahmi di penghujung bulan suci.
Ketua FKSP, Achmad Robani, menegaskan bahwa bukber bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang memperkuat kebersamaan lintas elemen masyarakat.
“Ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, sekaligus merawat nilai toleransi, gotong royong, dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Penutupan bukber FKSP semakin istimewa dengan kehadiran Guru Besar Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistyono, yang menyampaikan kultum menjelang berbuka.
Dalam pesannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan kesabaran dalam kehidupan sosial.
“Jika ada sesuatu yang tidak baik, lebih baik diam,” pesannya singkat.
Selain itu, Sun Djok San turut memberikan sambutan dengan menekankan pentingnya berbagi di bulan Ramadan. Dalam kesempatan tersebut, santunan dan THR diberikan kepada anak-anak yatim yang hadir.
Sejak awal berdiri, Kampung Pancasila di Genuk dirancang sebagai ruang terbuka untuk menghidupkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai kegiatan sosial digelar selama Ramadan, mulai dari pembagian takjil, santunan, hingga kegiatan rutin seperti “Ngaji Pancasila” setiap Selasa.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Gus Zen, dilanjutkan pembagian door prize dan sembako kepada peserta.
Melalui kegiatan ini, FKSP menegaskan komitmennya dalam merawat harmoni antara nilai keagamaan dan kebangsaan. Kebersamaan yang terjalin di Kampung Pancasila menjadi cerminan bahwa keberagaman dapat dirawat sebagai kekuatan, bukan perbedaan yang dipertentangkan.

