Guru di Karanganyar Ciptakan Aplikasi Deteksi Dini Makanan MBG
KARANGANYAR[BahteraJateng] – Prihatin atas maraknya kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), seorang guru di SMA Negeri 2 Karanganyar, Taufik Mulyadi, menciptakan aplikasi pendeteksi kelayakan makanan berbasis Android bernama Save Eat Smandakara.
Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu memastikan makanan yang dikonsumsi siswa aman. Melalui fitur deteksi visual, pengguna cukup mengunggah foto makanan ke aplikasi.
Sistem kemudian menganalisis kondisi makanan dan memberikan rekomendasi apakah makanan tersebut layak konsumsi atau tidak.
“Aplikasi ini berfungsi mendeteksi kelayakan makanan secara visual, agar peristiwa keracunan dapat dihindari,” ujar Taufik pada Kamis (16/10).
Ia menambahkan, hasil analisis juga bisa membantu tim penanggung jawab menentukan apakah distribusi makanan program MBG dilanjutkan atau dihentikan sementara.
Menurutnya, ide pembuatan aplikasi ini berawal dari keprihatinan terhadap sejumlah kasus keracunan makanan di beberapa daerah, termasuk Karanganyar.
“Saya ingin ada solusi sederhana agar siswa tidak terdampak lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen terus mendorong pengawasan ketat terhadap program MBG, termasuk kewajiban seluruh SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan pembentukan posko penanganan KLB MBG di tiap daerah.
Masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran atau kejadian keracunan melalui hotline MBG Provinsi di 0811-2622-000 atau Call Center JNN 150945.(sun)

