Jalur Pendakian Gunung Ungaran via Nyatnyono, Perpaduan Wisata Religi dan Alam Menuju Puncak Suroloyo
SEMARANG[BahteraJateng] – Jalur pendakian Gunung Ungaran via Nyatnyono menuju Puncak Suroloyo melalui Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, menawarkan pengalaman berbeda bagi para pendaki. Selain menyuguhkan panorama alam, jalur yang dikelola Basecamp Rimbaga itu juga menggabungkan unsur religi dan kearifan lokal yang telah lama hidup di masyarakat.
Inisiator Basecamp Rimbaga, Panca Budhiarto, mengatakan jalur pendakian Gunung Ungaran via Nyatnyono tidak dibuka dengan merambah hutan baru. Sekitar dua pertiga lintasan memanfaatkan jalur kebun kopi milik warga, sedangkan sepertiga sisanya merupakan jalur ziarah yang telah digunakan masyarakat menuju Sendang Suroloyo.
“Jadi kami tidak membuka jalur baru. Sebagian besar memakai jalur petani kopi, sedangkan sisanya memanfaatkan jalur ziarah yang memang sudah ada sejak lama,” ujarnya kepada BahteraJateng, Minggu (5/7).
Di sepanjang jalur pendakian, pendaki akan melewati sejumlah situs yang memiliki nilai sejarah dan spiritual, di antaranya Makam Mbah Cebuk, Makam Nyi Suko, serta Sendang Nyi Suko di sekitar Pos 2. Sementara di kawasan puncak terdapat Sendang Suroloyo yang selama ini menjadi tujuan peziarah.
Menurut Panca, keberadaan situs-situs tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang akan terus dikembangkan sebagai bagian dari wisata berbasis budaya dan konservasi.
“Potensi yang akan kami angkat ke depan bukan hanya pendakiannya, tetapi juga perkebunan kopi, situs-situs budaya, dan kearifan lokal yang ada di sepanjang jalur,” katanya.

Jalur pendakian via Nyatnyono mulai dirintis pada Desember 2025 dan Basecamp Rimbaga resmi diluncurkan pada Januari 2026. Pengelolaan jalur mengusung konsep konservasi, di mana sebagian hasil pengelolaan akan dikembalikan untuk kegiatan pelestarian hutan di lereng timur Gunung Ungaran.
Selain itu, pengelola juga menyiapkan pengembangan camping ground yang menawarkan panorama matahari terbit (sunrise), matahari terbenam (sunset) seperti di Sikunir Dieng, serta city light dari ketinggian.
Jalur ini juga dikenal memiliki banyak sumber mata air sehingga menjadi salah satu jalur pendakian Gunung Ungaran yang relatif aman dari risiko kekurangan air bagi para pendaki.
Gus Wahid (45), pendaki asal Kota Semarang, menyampaikan kekagumannya dengan asrinya jalur Gunung Ungaran via Nyatnyono.
“Tadi selama perjalanan jalurnya masih sangat asri, hutannya lebat dan selama perjalanan saya diiringi suara hewan-hewan khas hutan. Tadi juga sempat liat Elang Jawa melintas,” kagumnya.
Sebagai informasi, Gunung Ungaran merupakan salahsatu gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pemula maupun diksar. Ketinggian puncak Gunung Ungaran sekitar 2.050 MDPL, sedangkan puncak Suroloyo sekitar 1.590 MDPL.

