Jembatan gantung RW 7 Kelurahan Tambak Sari
Peresmian jembatan gantung permanen di RW 7 Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.(Foto. AW)
|

Ketua DPRD Apresiasi Pembangunan Jembatan Gantung RW 7 Tambak Sari Tanpa Menunggu APBD

SEMARANG[BahteraJateng] – Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, mengapresiasi pembangunan jembatan gantung permanen di RW 7 Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Tugu, yang dilakukan oleh Kodim 0733/Kota Semarang. Menurutnya, pembangunan melalui dukungan pemerintah pusat dan TNI menjadi solusi cepat bagi warga tanpa harus menunggu proses penganggaran melalui APBD.

Jembatan sepanjang 40 meter itu dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang roboh diterjang banjir bandang beberapa bulan lalu. Selama akses terputus, warga terpaksa menggunakan perahu atau getek, kemudian memanfaatkan jembatan darurat hingga akhirnya jembatan permanen selesai dibangun.


Pilus, sapaan akrabnya mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung tidak bisa menunggu proses penganggaran yang memerlukan waktu cukup panjang. Karena itu, langkah cepat TNI dinilai mampu menjawab kebutuhan mendesak warga.

“Alhamdulillah direspons cepat, diajukan Pak Dandim, lalu disetujui dan langsung dibangun oleh TNI bersama warga,” katanya baru-baru ini.


Menurut politikus PDI-P tersebut, kolaborasi antara pemerintah pusat melalui TNI dan masyarakat menjadi contoh sinergi yang efektif dalam menangani persoalan infrastruktur yang bersifat darurat.

Ia menilai apabila pembangunan harus mengandalkan APBD, prosesnya akan memakan waktu lebih lama karena harus melalui tahapan perencanaan dan penganggaran. Sementara warga membutuhkan akses yang aman untuk beraktivitas sehari-hari.

“Kalau menunggu APBD tentu prosesnya akan lama. Padahal warga membutuhkan akses jalan secara cepat, aman, dan nyaman meskipun tidak harus bisa dilewati mobil,” ujarnya.

Jembatan gantung tersebut memiliki lebar sekitar 1,2 meter dan dapat dilalui pejalan kaki, sepeda, sepeda motor, hingga gerobak. Keberadaannya kembali menghubungkan aktivitas warga, mulai dari bekerja, bersekolah hingga mengangkut sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS) yang berada di seberang Sungai Beringin.

Komandan Kodim 0733/Kota Semarang Kolonel Inf Priyo Handoyo melalui Danramil 14 Tugu Mayor Inf Sugiharto menjelaskan, pembangunan jembatan diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan dengan melibatkan personel Koramil dan Kodim.

“Dibangun satu bulan, kita melibatkan beberapa pleton dari Koramil dan dari Kodim. Alhamdulillah tidak ada kendala dalam pembangunan jembatan dengan panjang 40 meter ini,” katanya.

Sementara itu, Camat Tugu Muhammad Mirzaq Effendi berharap jembatan baru mampu memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan kembali perekonomian warga. Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *