Pastikan MBG di Kota Semarang Aman, Dishanpan Gelar Pelatihan SPPG
SEMARANG[BahteraJateng] – Maraknya kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meningkatkan pengawasan pengolahan dan distribusi makanan ke sekolah.
Langkah antisipasi dilakukan Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang melalui pelatihan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pemeriksaan keamanan bahan pangan yang digunakan.
“Alhamdulillah di Semarang belum ada temuan. Namun kami tetap melakukan pembinaan ke SPPG untuk mencegah terjadinya kasus serupa,” ujar Sekretaris Dishanpan Kota Semarang, Eko Yuniarto pada Selasa (30/9).
Selain pelatihan, Dishanpan juga rutin menguji sampel bahan makanan di dapur MBG dengan menggunakan mobil keamanan pangan. Pemantauan turut dilakukan di pasar tradisional melalui kader pangan, untuk memastikan bahan yang beredar aman dikonsumsi.
“Kami identifikasi dan beri pembinaan di pasar, sehari bisa sampai empat pasar. Kami juga mendatangi dapur MBG secara langsung,” tambah Eko.
Dishanpan juga meminta setiap dapur MBG melaporkan jadwal distribusi ke sekolah penerima. Hal ini untuk memastikan makanan tidak terlalu lama di perjalanan sehingga tetap layak dikonsumsi.
“Kewaspadaan ditingkatkan, terutama terkait potensi zat berbahaya maupun risiko makanan basi dalam distribusi,” tegasnya.
Kepala Dishanpan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, menyebut sudah ada 39 SPPG yang dilatih.
“Tujuannya agar bahan baku MBG benar-benar aman sebelum didistribusikan. Kami juga tetap melakukan pengecekan pascadistribusi,” jelasnya.
Koordinator SPPG Kota Semarang, Raesa Oktavia, menambahkan pihaknya terbantu dengan adanya fasilitas uji sampel bahan baku dari Dishanpan.
“Dengan begitu, kami tahu apakah bahan aman diproduksi atau tidak. Jam produksi dan distribusi juga diawasi agar makanan sampai ke siswa dalam kondisi layak,” ujarnya.

