Penerima Becak Bantuan Prabowo
Mulyono, salahsatu penerima bantuan becak listrik Presiden RI Prabowo Subianto di Kudus.(BahteraJateng)

Penerima Becak Bantuan Prabowo: Sekarang Susah Cari Penumpang

KUDUS[BahteraJateng] – Tak mudah menemukan becak listrik bantuan presiden RI Prabowo Subianto di Kudus. BahteraJateng sampai harus berkeliling ke sejumlah titik tempat para penarik becak biasa mangkal, pada Kamis (13/11), sehari setelah bantuan diserahkan secara resmi di pendapa Kabupaten.

Dari kawasan alun alun simpang 7, depan pasar Kliwon, pasar Bitingan, hingga kawasan SPBU Matahari. Hasilnya nihil.

Sejumlah penarik becak yang ditanya juga mengaku tak ada yang mendapatkannya. Beberapa diantaranya bahkan meragukan dan mempertanyakan mekanisme pemilihan penerimanya.

Satu dari becak berwarna dominan coklat dengan gambar foto presiden Prabowo itu baru terlihat saat BahteraJateng melintas di perempatan lampu merah Pekojan, Jln. Sunan Kudus. Di dekatnya, seorang pria tua bertopi tengah duduk di depan kios yang tutup di salah satu sudut persimpangan. “Nunggu penumpang mas,” jawabnya singkat saat ditanya.

Ia membenarkan bahwa becak listrik di depannya adalah bantuan yang diterimanya sehari sebelumnya. Pria bernama Mulyono, warga Singocandi Kudus yang telah berusia 66 tahun ini pun bercerita singkat awal mula ia terpilih sebagai penerima bantuan.

Didahului dengan kedatangan sejumlah orang yang mengambil foto dirinya dan sejumlah penarik becak lainnya yang kerap mangkal di tempat itu, sekira 2 minggu lalu. Ia kemudian diminta datang ke pendapa kabupaten pada Rabu (12/11).

“Nggak pakai surat surat, becak sama kuncinya langsung diberikan ke saya,”  kata Mulyono sambil menunjukkan kunci mirip kunci sepeda motor di tangannya.

“Kuncinya ada 2. Yang satu cadangan saya simpan di rumah, kalau kalau yang satunya hilang,” jelasnya sambal tertawa kecil.

Meski berbentuk becak kayuh, ia juga dilengkapi motor listrik di rodanya, dengan handle gas dan rem di setang, layaknya sepeda motor.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kudus Sulistyowati mengungkapkan, ada 80 becak listrik yang disalurkan ke penerima prioritas asli warga Kudus dan benar benar berprofesi sebagai penarik becak.

Becak dengan tenaga listrik 48 volt dengan baterai yang dapat di-charge dan kecepatan maksimum 15 kilometer per jam ini diharapkan akan bermanfaat bagi tukang becak yang sudah lansia.

“Ini sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan membantu pekerja rentan yang tidak punya perlindungan kerja,” terangnya.

Meski mengaku senang mendapat bantuan, Mulyono yang telah 20 tahun bekerja sebagai penarik becak mengaku kini sudah tak banyak lagi orang yang menggunakan jasanya. Ia kini hanya mengandalkan langganan untuk mengantar jemput atau membawa barang.

“Dulu sehari bisa dapat sampai Rp 300 ribu. Sekarang sehari dapat 50 ribu saja sudah bersyukur,” katanya getir.

Ia tak menjawab saat ditanya apakah becak listrik ini akan bisa meningkatkan pendapatannya kembali.

“Apa apa sekarang susah mas. Penumpang susah. Sudah malih (beralih) ke ojek (online),” pungkasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *