Ahmad Luthfi
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dalam Rakor MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di GOR Jatidiri Semarang, Senin (6/10).(Foto Ist)

Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi, BGN Sebut Jateng Paling Siap Jalankan Program Gizi Nasional

SEMARANG[BahteraJateng] – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memuji langkah cepat Peprov Jateng  dalam mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, Jawa Tengah menjadi provinsi terbaik dan paling progresif dalam penyelenggaraan program pemenuhan gizi nasional tersebut.

“Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini luar biasa. Beliau langsung menelepon saya, meminta untuk segera melakukan rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah supaya program MBG ini aman, higienis, dan berkelanjutan,” ujar Dadan usai Rakor MBG dan SPPG di GOR Jatidiri Semarang pada Senin (6/10).

Dadan menjelaskan, inisiatif Gubernur Ahmad Luthfi mempertemukan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi contoh nyata sinergi yang efektif.
Capaian Jawa Tengah juga tercatat paling tinggi secara nasional.

Dari lebih dari 10.000 SPPG di 38 provinsi, Jawa Tengah telah mengoperasikan 1.596 SPPG, atau sekitar 50 persen dari target nasional.

Selain unggul dalam jumlah, pelaksanaan program MBG di Jateng juga menonjol dari sisi manajemen dan pengawasan pangan.

“Efeknya luar biasa, industri pangan lokal ikut tumbuh—mulai dari pemasok sayur, beras, hingga produsen susu dan food tray,” jelas Dadan.Ahmad Luthfi

Ia menilai, keberhasilan Jawa Tengah menjadi bukti nyata bahwa program gizi nasional bisa dijalankan dengan komitmen kuat dan kolaborasi daerah.

“Langkah koordinasi kita mulai dari Jawa Tengah. Inisiatornya luar biasa dari Gubernur Jateng, dan ini akan kita lanjutkan ke provinsi lain,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, rakor tersebut digelar untuk memastikan pengawasan pangan lebih ketat dan pelaksanaan MBG berjalan konsisten di seluruh kabupaten/kota.

“Harapan saya, kejadian-kejadian kemarin tidak terulang. Program ini harus aman, higienis, dan berkelanjutan. Semua kepala daerah punya tanggung jawab moral memastikan anak-anak kita mendapat makanan sehat setiap hari,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan, Jawa Tengah siap menjadi percontohan nasional dalam sistem pengawasan dan pengelolaan dapur MBG.

“Hari ini kita sepakat, Jawa Tengah jadi percontohan. MBG kita harus aman, higienis, dan berkelanjutan. Tidak boleh berhenti,” tandasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *