Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, saat mengikuti kegiatan Manunggal Leadership Retreat: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di BPSDMD Jateng.(Dok Humas)
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, saat mengikuti kegiatan Manunggal Leadership Retreat: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di BPSDMD Jateng.(Dok Humas)
|

Retret Pemprov Jateng, Pemkot Semarang Siap Perkuat Kolaborasi

SEMARANG[BahteraJateng] — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antar wilayah dan jenjang pemerintahan dalam pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, saat mengikuti kegiatan Manunggal Leadership Retreat: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di BPSDMD Jateng.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan ini, diikuti 438 peserta dari berbagai unsur pimpinan daerah, termasuk 35 wakil bupati/wakil wali kota se-Jawa Tengah. Retret tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi pada Selasa (10/6).

Iswar menyebut, retret kepemimpinan ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan arah pembangunan pusat, provinsi, dan daerah.

“Retret ini menjadi ruang untuk memastikan bahwa arah pembangunan dari pusat hingga daerah selaras dalam satu garis lurus,” ujarnya, Rabu (11/6).

Ia menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi antarpemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan. Menurutnya, semangat kolaborasi harus menjadi naluri bersama yang terbangun dari kesadaran kolektif.

“Di Semarang, Wali Kota Agustina sudah menggaungkan semangat kolaborasi. Ini menjadi dasar dalam menggerakkan semua elemen. Kalau satu ke kanan, satu ke kiri, tidak akan sampai tujuan,” tegasnya.

Iswar juga mencontohkan penanganan banjir sebagai bentuk nyata perlunya kerja sama lintas wilayah.

“Semarang berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten. Penanganan banjir tidak bisa sendiri, harus saling memahami tantangan dan potensi masing-masing,” jelasnya.

Retret ini menghadirkan materi dari lembaga nasional seperti Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK, serta tokoh agama dan widyaiswara. Para peserta akan mendapat pembekalan seputar geopolitik, wawasan kebangsaan, dan internalisasi Asta Cita sebagai arah pembangunan nasional.

Program ini dirancang bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI sebagai upaya memperkuat karakter kepemimpinan birokrasi di Jawa Tengah.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *