Glory Nasarani
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani.(Foto. BahteraJateng/day)

Semarang Siapkan Lahan dan Infrastruktur untuk Proyek PSEL Nasional

SEMARANG[BahteraJateng] – Kota Semarang resmi terpilih sebagai salah satu dari delapan daerah yang akan menjalankan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada tahap kedua program nasional yang digagas pemerintah pusat. Proyek ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus mendukung penyediaan energi ramah lingkungan.

Sebelumnya, pemerintah telah meresmikan proyek PSEL tahap pertama di Bali pada 8 Juli 2026. Sementara proyek di Bekasi dan Bogor Raya dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, mengatakan mitra yang terpilih untuk proyek PSEL Semarang pada tahap kedua adalah Veolia Environmental Service Asia (Veolia). Perusahaan tersebut ditetapkan sebagai mitra terpilih melalui proses seleksi yang dilakukan Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

Menurut Glory, penetapan tersebut masih bersifat bersyarat. Mitra yang menerima Notice of Award tetap harus memenuhi seluruh ketentuan dan persyaratan pengadaan sebelum resmi menjadi pengelola dan pengembang proyek PSEL di Kota Semarang.

“Berdasarkan hasil evaluasi, setiap lokasi memiliki mitra terpilih dan mitra cadangan. Penetapan ini masih bersifat conditional hingga seluruh persyaratan pengadaan dipenuhi,” ujarnya kepada BahteraJateng baru-baru ini.

Meski demikian, Pemerintah Kota Semarang terus melakukan berbagai persiapan agar proyek dapat segera berjalan. Salah satunya dengan menyiapkan lahan seluas sekitar enam hektare yang berada di sebelah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang.

Glory menjelaskan, lokasi tersebut masih memerlukan penataan karena kondisi elevasi lahan yang relatif tinggi. Penyesuaian kontur tanah dan pembangunan akses jalan menjadi bagian dari pekerjaan awal yang saat ini sedang diproses.

“Kami masih menunggu kepastian mitra yang akan ditugaskan mengelola PSEL di Semarang. Namun lahan sudah kami siapkan di samping TPA Jatibarang. Saat ini masih dilakukan penataan elevasi lahan serta pembangunan akses masuk,” jelasnya.

Ia menambahkan, Wali Kota Semarang juga telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung penataan lahan dan pembangunan jalan akses menuju lokasi proyek. Sementara itu, biaya pembangunan fasilitas utama PSEL akan menjadi tanggung jawab mitra yang nantinya ditetapkan sebagai pelaksana proyek.

Selain menyiapkan lahan dan infrastruktur pendukung, Pemerintah Kota Semarang juga memastikan sistem pengangkutan sampah menuju TPA Jatibarang tetap berjalan optimal sebagai bagian dari kesiapan operasional proyek PSEL di masa mendatang. Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang ditimbun di TPA sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *