Suharsono Sambut Baik Kenaikan Insentif Guru Agama di Jateng
SEMARANG[BahteraJateng] – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menaikkan insentif bagi guru agama mulai tahun 2026.
Menurut politisi PKS tersebut, kebijakan tersebut akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan guru sekaligus kualitas pendidikan.
“Saya menyambut positif keputusan ini, karena kenaikan insentif bagi para guru agama akan sangat bermanfaat, khususnya di Kota Semarang,” ujar Suharsono pada Jumat (22/8).
Ia menilai, kenaikan insentif merupakan bentuk penghargaan pantas bagi para guru agama yang berperan penting dalam pembentukan karakter dan moral generasi muda.
“Pendidikan agama perlu mendapat perhatian lebih. Dengan kenaikan insentif ini, saya yakin para guru agama semakin termotivasi untuk memberikan pengajaran yang lebih baik,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengumumkan rencana kenaikan tersebut dalam sebuah acara di Pondok Pesantren Jatibarang, Brebes.
Ia menjelaskan, insentif guru agama yang pada 2025 senilai Rp1,2 juta per tahun akan ditingkatkan pada 2026. Anggaran pun naik dari Rp250 miliar menjadi Rp300 miliar, dengan catatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng, penerima insentif pada 2025 terdiri dari 225.187 guru agama Islam, 4.430 guru agama Kristen, 475 guru agama Katolik, 180 guru agama Hindu, 545 guru agama Buddha, dan 13 guru agama Konghucu.
Kenaikan insentif ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kesejahteraan guru, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan agama dan pembangunan karakter bangsa di Jawa Tengah.

