Tanggul sungai Gelis
Tanggul sungai Gelis di desa Jatikulon, Kudus longsor diterjang derasnya arus sungai akibat hujan ekstrem, Selasa (13/1).(Dok BahteraJateng/GW)
|

Dikepung Bencana, Pemkab Kudus Siapkan Anggaran Darurat Rp 7 Miliar

KUDUS[BahteraJateng] – Cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi selama sepekan terakhir memicu bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus per Selasa (14/1) menyebut bencana terjadi di 9 kecamatan dan 61 desa, dengan jumlah warga terdampak mencapai 48.305 jiwa.

Banjir menjadi kejadian paling dominan dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter, dengan sedikitnya 7.472 rumah warga terendam banjir.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi area persawahan serta mengganggu akses jalan di sejumlah titik. Diantaranya jalur Pantura Lingkar Kudus-Pati di tiga lokasi, yakni Jembatan Ngembalrejo, Jembatan Bukduwur Tenggeles dan Jembatan Hadipolo.

Arus lalu lintas pun sempat tersendat, mengakibatkan kemacetan hingga berjam jam. Genangan banjir juga terjadi di kawasan Jatiwetan sekitar terminal bus Kudus.

Menanggapi kondisi terakhir, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di situasi darurat seperti ini.

Pemkab Kudus sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk penanganan kejadian luar biasa hingga penanggulangan bencana. Anggaran yang termasuk dalam dana tak terduga (DTT) ini akan digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak di tahun 2026.

“Anggaran DTT Rp 7 miliar akan kita gunakan ketika terjadi kebutuhan mendesak,” kata Sam’ani pada Senin (12/1).

Meski demikian, saat ini Pemkab disebutnya masih bisa menangani kejadian bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Status masih bisa ditangani, Pemkab Kudus bersama Forkopimda, TNI-Polri hingga relawan, BPBD langsung menangani ketika ada kejadian,” jelasnya. Sehingga menurutnya anggaran DTT belum dimanfaatkan penggunaannya.

Selain banjir, BPBD Kudus juga mencatat adanya 127 titik tanah longsor yang tersebar di beberapa kecamatan, terutama di wilayah perbukitan Kecamatan Gebog dan Dawe.

Longsor mengakibatkan 33 rumah terdampak serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah akses jalan. Sebagian warga pun terpaksa mengungsi. Saat ini tercatat sebanyak 233 kepala keluarga atau 596 jiwa berada di titik-titik pengungsian yang telah disiapkan.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *