Kebocoran Gas Diduga Picu Kebakaran Pasar Modern BSB, Ada Korban Jiwa ?
SEMARANG[BahteraJateng] – Kebakaran menghanguskan sejumlah kios di Pasar Modern BSB, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada Minggu (26/7). Peristiwa tersebut diduga dipicu kebocoran tabung gas di salah satu warung makan yang kemudian memicu kobaran api hingga merembet ke kios lain.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB dari petugas keamanan kawasan.

Berdasarkan informasi sementara, api berasal dari sebuah warung soto di bagian depan pasar. Saat pemilik warung hendak memasang tabung gas, diduga terjadi kebocoran ketika kompor masih menyala. Percikan api kemudian menyambar gas yang bocor hingga memicu kobaran api yang cepat membesar.
“Api cepat membesar karena adanya kebocoran gas. Ditambah angin yang cukup kencang di lokasi, sehingga api dengan mudah merambat ke bagian atap dan kios-kios di sekitarnya,” ujar Tantri kepada BahteraJateng.

Ia menjelaskan kepanikan pemilik warung saat kejadian membuat tabung gas tidak sempat dilepas. Akibatnya, api terus berkobar dan sulit dikendalikan. Petugas keamanan sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun tidak berhasil karena sumber api masih berasal dari gas yang terus keluar.
Mendapat laporan tersebut, Damkar Kota Semarang langsung mengerahkan empat unit mobil pemadam beserta 20 personel ke lokasi. Setelah hampir satu jam melakukan proses pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.47 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Pemilik warung yang diduga menjadi sumber awal kebakaran dilaporkan selamat, meski masih mengalami syok akibat peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban jiwa maupun yang terluka,” imbuhnya.
Saat ini, petugas masih melakukan pendataan jumlah kios yang terdampak serta menghitung total kerugian akibat kebakaran. Berdasarkan data sementara, Pasar Modern BSB memiliki sekitar 179 kios. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.

