Kepulangan Jemaah Haji Kudus
Jemaah haji asal Kudus kembali dengan membawa souvenir dari Makah, Selasa (16/6). (Dok. Panitia JHK)

Kepulangan Jemaah Haji Kudus Tak Lengkap, Ada Yang Masih Tertinggal di Makkah 

KUDUS[BahteraJateng] – Kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tiba secara bertahap melalui Kloter 40, 41, 42, dan 43 pada Selasa (16/6), serta Kloter 44 yang dijadwalkan tiba Rabu (17/6). Kedatangan mereka di Gedung Jamiiyatul Hujjaj Kudus (JHK) disambut haru keluarga dan panitia pemulangan haji.

Sebanyak 352 jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang tergabung dalam Kloter 42 tiba sekira pukul 17.00 WIB. Namun, satu diantaranya belum dapat kembali ke tanah air karena masih menjalani perawatan medis intensif di Makkah, Arab Saudi karena alasan kesehatan.

Staf Kemenhaj Kudus, Zaenal Fahmi, menyatakan secara umum kondisi jemaah haji Kudus di Kloter 42 dalam keadaan sehat saat tiba di Kudus. Namun ada satu jemaah haji asal Kudus yang masih tertinggal di Tanah Suci. ”

“Alhamdulillah sehat semua, cuma ada satu yang masih dirawat di Makkah,” ungkap Zaenal di sela pemulangan jemaah di Gedung JHK Kudus pada Selasa (16/6).

Menurut Zaenal, jemaah Haji tersebut hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU salah satu rumah sakit di Makkah sejak 29 Mei 2026 lalu.

“Berdasarkan data terbaru yang diterima panitia per hari ini (Selasa 16/6), jemaah haji atas nama Sri Murwani Soenoko itu dirujuk ke RS Al Saedy Hospital, Jummum, Makkah. Hal itu dilakukan setelah yang bersangkutan dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri,” bebernya.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kemasyarakatan Setda Kudus, Catur Sulistiyanto mewakili Bupati Kudus Samani Intakoris ikut menyambut kepulangan para jemaah haji.

“Atas nama pribadi, keluarga, seluruh masyarakat Kudus, dan segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus, kami mengucapkan selamat datang kembali di Kabupaten Kudus, kampung halaman tercinta,” ucapnya pada Selasa (16/6).

Menurutnya, gelar haji dan hajjah yang kini disandang para jemaah bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan amanah untuk menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. ”

“Kehadiran Bapak-Ibu sekalian diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi yang menebarkan kebaikan, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *