Komisi B Soroti Sepinya Penjualan di Pusat-pusat Perbelanjaan
SURAKARTA[BahteraJateng] – Komisi B DPRD Jateng memonitoring dan mengevaluasi menurunnya penjualan atau sepinya pembeli di pusat perbelanjaan Beteng Trade Center (BTC) di Kota Surakarta belakangan ini.
Dikutip dari laman dprd.jatengprov.go.id, saat bertemu dengan pihak pengelola BTC, Tiara, Senin (13/7/2026), diakui penjualan di kios-kios BTC saat ini sepi. Beberapa faktor bisa menjadi sebab sepinya penjualan di pusat perbelanjaan atau mal, seperti pergeseran gaya hidup masyarakat yang kini serba digital, penurunan daya beli, serta perubahan fungsi mal itu sendiri.
Meskipun diakui bahwa beberapa mal tampak ramai oleh pengunjung, terutama pada momen liburan, angka transaksi penjualan retail fisik sering kali tidak berbanding lurus dengan kepadatan lalu lintas pengunjung tersebut.
“Dari total 1.500 unit kios yang ada di BTC, ada 800 kios yang terisi. Pedagangnya sebanyak 500 sampai 600 pedagang karena ada pedagang yang memiliki beberapa kios. Namun, kendalanya sekarang sepi karena sistem penjualan online,” kata Tiara didampingi Ketua Paguyuban Pedagang BTC Nazarudin.
Sementara, Nazarudin juga mengungkapkan sepinya penjualan tersebut juga dipengaruhi adanya trend penjual bermobil. Menurut dia penjualan dengan pola seperti itu sangat berdampak pada sepinya pengunjung ke BTC.
Dikatakannya, dalam pola berdagang, penjual bermobil dapat menekan cost seperti biaya sewa kios, listrik, dan gaji pekerja. Sedangkan pedagang kios BTC masih terbebani dengan biaya-biaya tersebut sehingga sulit bersaing dalam harga barang.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Endro Dwi Cahyono menilai kondisi itu perlu dibicarakan dengan dinas-dinas terkait. Dengan begitu, ada penataan bagi pedagang yang ada di kios dan pedagang yang berjualan di mobil.
Komisi B, tambahnya, merasa perlu untuk membahas soal penataan yang memungkinkan semua pengunjung mal atau calon pembeli, dapat mengakses kios-kios maupun dagangan yang ada secara adil.
“Pedagang-pedagang yang ada di kios-kios pusat perbelanjaan, tidak hanya di BTC tapi juga di pusat perbelanjaan lain di Jateng, perlu mendapat perhatian agar mereka dapat terus berdagang. Disisi lain, penjual bermobil juga ditata agar keduanya sama-sama dapat terus berjualan,” jelas Endro. (sun)

