Pembangunan Gedung Kudus Sehat Rp91,4 Miliar Disorot, Manajemen RSUD Beri Penjelasan
KUDUS[BahteraJateng] – Manajemen RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus memberikan penjelasan terkait pembangunan Gedung Kudus Sehat senilai Rp91,4 miliar yang belakangan menjadi sorotan publik.
Proyek yang berdiri di bekas lahan swalayan Matahari itu dirancang menjadi gedung tujuh lantai dengan konsep layanan kesehatan terpadu dan pusat perbelanjaan.
Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Achmat Luthfi Yakim, menegaskan seluruh tahapan proyek telah dilaksanakan sesuai ketentuan mulai dari perencanaan, penganggaran, pelelangan hingga pelaksanaan konstruksi.
Ia juga menjelaskan bangunan utama proyek tidak berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang disebut masih menyisakan persoalan sosial dengan sebagian warga.
“Bangunan utama tidak berada di lahan PT KAI. Area tersebut hanya digunakan sebagai penunjang kegiatan proyek,” ujarnya kepada media pada Senin (8/6).
Menurutnya, pihak rumah sakit optimistis target pembangunan dapat tercapai sesuai jadwal. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian pondasi dan struktur bangunan dengan dukungan dua alat pancang guna mempercepat progres konstruksi.
“Kami menargetkan pekerjaan struktur selesai pada September sehingga sisa waktu dapat digunakan untuk pekerjaan arsitektur, mekanikal, elektrikal, dan penyelesaian akhir,” katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Edi Susanto, memastikan seluruh dokumen perencanaan dan penganggaran telah melalui proses review oleh tenaga ahli LKPP dan Inspektorat sebelum masuk tahapan lelang.
Ia menyebut Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang semula berada di kisaran Rp110 miliar telah dievaluasi menjadi sekitar Rp99,6 miliar sebelum proses pelelangan dilakukan.
Terkait dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang belum terbit, Edi mengatakan saat ini pihaknya masih menyelesaikan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sebagai syarat penerbitan izin bangunan.
“Kami masih menyusun Amdal. Targetnya akhir Juni sudah selesai dan langsung diproses melalui OSS untuk mendapatkan PBG,” tandasnya.(day)

