Perhutani Blora Simulasi Penanganan Karhutla
Perhutani KPH Blora menggelar simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Petak 12 RPH Sambonganyar, BKPH Ngrangkang, Selasa (7/7).(Dok. KPH Blora)

Perhutani Blora Gelar Simulasi Penanganan Karhutla, Perkuat Kesiapsiagaan dan Sinergi dengan LMDH

BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani KPH Blora menggelar simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Petak 12 RPH Sambonganyar, BKPH Ngrangkang pada Selasa (7/7), sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran pada musim kemarau.

Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam menangani kebakaran secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.


Simulasi diikuti Administratur/KKPH Blora beserta jajaran manajemen, seluruh Asper/KBKPH se-KPH Blora, perwakilan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH), Polisi Kehutanan (Polhuter), pengurus Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP) KPH Blora, serta perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai prosedur penanganan awal karhutla sebelum mengikuti praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi deteksi dini titik api, koordinasi antarpetugas, penggunaan peralatan pemadaman, hingga teknik pengendalian api agar kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.


Administratur/KKPH Blora, M. Agus Nawin Romdloni, mengatakan simulasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi ancaman karhutla yang cenderung meningkat saat musim kemarau.

“Melalui simulasi ini diharapkan seluruh petugas memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing saat terjadi kebakaran. Dengan kesiapsiagaan yang baik, setiap kejadian dapat segera ditangani sehingga kebakaran tidak meluas dan kerusakan kawasan hutan dapat diminimalisir,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan internal Perhutani, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sekitar hutan.

“Karena itu sinergi Perhutani, aparat terkait, dan LMDH terus kami perkuat melalui pembinaan, patroli bersama, sosialisasi, dan simulasi. Langkah preventif menjadi prioritas karena lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi,” tambahnya.

Ketua LMDH Wono Makmur Desa Sambonganyar, Sukirno, mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut dan menyatakan kesiapan masyarakat untuk mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan.

“Kami mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan Perhutani. Melalui simulasi ini masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga hutan dari ancaman kebakaran. Kami siap bersinergi dan membantu Perhutani dalam upaya pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah hutan,” pungkasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *