penyerahan bantuan modal produktif kepada mustahik Jateng
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, saat penyerahan bantuan modal produktif kepada 1.750 mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah di Hotel Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (9/10/2026).(Dok. Humas Pemprov)
|

Taj Yasin Tekankan Pendampingan, 1.750 Mustahik Jateng Terima Bantuan Modal Rp5,25 Miliar

SEMARANG[BahteraJateng] – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menekankan pentingnya pendampingan dan pengawasan dalam penyaluran bantuan modal usaha agar penerima manfaat mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Penegasan tersebut disampaikan saat penyerahan bantuan modal produktif kepada 1.750 mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah di Hotel Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Jumat (9/10). Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp5,25 miliar, dengan masing-masing penerima memperoleh Rp3 juta.

Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, mengatakan, bantuan modal tidak cukup hanya disalurkan. Pemerintah perlu memastikan dana tersebut digunakan sesuai kebutuhan usaha melalui pendampingan dan pengawasan secara berkelanjutan.

Menurut dia, pola pembinaan yang diterapkan Baznas dapat menjadi contoh bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam menjalankan program bantuan modal bagi masyarakat.

“Ini menjadi role model buat kita seharusnya. Jadi kalau memang ada yang dibantu itu harus ada yang mendampingi, menjadi pengawas, supaya bisa berkembang,” kata Taj Yasin.

Ia menegaskan, keberhasilan program bantuan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang tersalurkan, tetapi juga dari perkembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan penerima. Bahkan, ia mengapresiasi mustahik yang berhasil mengembangkan usaha hingga beralih status menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.

Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji mengatakan, program bantuan modal usaha produktif tahun ini menargetkan 3.500 mustahik dengan total alokasi Rp10,5 miliar. Penyaluran dilakukan secara bertahap, dengan nominal Rp3 juta untuk setiap penerima.

Untuk memastikan bantuan dimanfaatkan secara produktif, Baznas melibatkan penyuluh agama di masing-masing kecamatan sebagai pendamping. Mereka bertugas memantau perkembangan usaha dan melaporkannya kepada Baznas setiap empat bulan.

Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah penerima mengalami perkembangan usaha. Ada pelaku usaha yang menambah fasilitas dari dua menjadi empat bangku, serta meningkatkan jumlah pekerja dari tiga menjadi lima orang. Baznas juga menemukan penerima bantuan yang mampu memperoleh keuntungan hingga Rp300 ribu per hari.

Darodji menjelaskan, bantuan produktif menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat keluar dari kemiskinan. Selain memberikan modal, penerima juga perlu dibekali keterampilan agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kalau kita ingin membuat orang mandiri dan bebas dari kemiskinan, bagi kami ada dua cara, yaitu dilatih punya keterampilan dan diberi modal,” ujarnya.

Melalui pendampingan tersebut, Baznas berharap bantuan modal tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan usaha dalam jangka pendek, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi penerima manfaat.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *