Wonogiri Layak Menyandang Predikat Laboratorium Toleransi
SOLO[BahteraJateng] – Wilayah Kabupaten Wonogiri layak menyandang predikat sebagai Laboratorium Kerukunan Umat Beragama karena keseriusan warganya dalam membangun toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengatakan dengan sikap toleran yang mendarah daging itu masyarakat Wonogiri dapat hidup rukun, meski diantara mereka memiliki keragaman termasuk keragaman agama yang dipeluknya.
“Keberadaan Sekolah Tinggi Agama Budha Negeri (STABN) Raden Wijaya dapat dijadikan cermin berlangsungnya kehidupan yang toleran di Wonogiri,” kata Imron saat membuka seminar kebangsaan bertajuk Penguatan Kapasitas (Moderasi) dan Pencegahan Konflik yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng bekerjasama dengan STABN Raden Wijaya di aula kampus setempat pada Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang mendalami kajian agama Budha namun tidak semua yang mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi negeri ini beragama budha, tidak sedikit mahasiswa non-Budha yang belajar di sini.
Bahkan, lanjutnya, komposisi mahasiswa STABN Raden Wijaya tidak hanya lintas agama , tetapi juga lintas etnis dan wilayah, keragaman tidak hanya agama yang dipeluk mahasiswanya saja, tetapi juga asal usul daerahnya. Tidak hanya dari Jateng dan Jatim saja, tetapi ada yang berasal dari NTT, Kalimatan, Sumatera, Papua dan Sulawesi.
“STABN Raden Wijaya benar-benar mencerminkan laboraturium bhinneka tunggal Ika, sejak berdiri hingga sekarang perkuliahan dan kehidupan kampus berjalan harmonis dan rukun, demikian juga masyarakat sangat mendukung keberadaan perguruan tinggi negeri ini “katanya.
Sekretaris FKUB Jateng, KH. Dr. Mulatazam Ahmad, mengatakan sebagai lembaga yang menjadi tempat berkumpulnya tokoh lintas agama, FKUB Jateng senantiasa membangun kemitraan dengan berbagai pihak agar kerukunan antar umat beragama dapat berlangsung.
“Dalam bermitra kami menggandeng lintas lembaga dan potensi, beberapa waktu lalu kami menggandeng UIN Syaefudin Zuhri Purwokerto dan UIN Sunan Kudus, kali ini kami bersama STABN Raden Wijaya,” kata kiai Multazam.
Wakil ketua STABN Raden Wijaya Dr. Lery Prasetyo, mengatakan sejak kampus ini berdiri tahun 2007 dan dinegerikan pada tahun 2011 telah dicanangkan sebagai kampus terbuka dengan mengusung spirit kasih sayang dalam kebersamaan.
Dikatakan jumlah mahasiswanya hingga kini mencapai 1.103 orang tersebar di enam program studi, meliputi Pendidikan Keagamaan Buddha (S.Pd), Kepenyuluhan Buddha (S.Ag), Kepanditaan Buddha (S.Ag),Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar Buddha (S.Pd), Sarjana Ilmu Komunikasi Buddha (S.I.Kom) dan Sarjana Pariwisata Buddha (S.Par).
“Dari sejumlah itu, separuh lebih atau 600 orang mahasiswa memeluk agama non Buddha, jadi kampus kami juga benar-benar mencerminkan kampus moderasi,” tuturnya.(day)

