Jalan R Agil Kusumadya Dibeton, Warga : Sudah Bertahun Tahun Gak Ada Pembenahan
KUDUS[BahteraJateng] – Sudah sejak lama kondisi jalan R. Agil Kusumadya, jalan utama keluar masuk kota Kudus dari arah Semarang, dikeluhkan warga. Keluhan salah satunya disampaikan melalui kanal laporgub, milik pemerintah provinsi Jawa Tengah.
Dalam aduan bernomor LGWP49896006 yang dilampiri sejumlah foto itu, warga menyampaikan kondisi jalan yang sudah bertahun-tahun tidak ada pembenahan menyeluruh, dan terkesan hanya tambal sulam.
“Mulai dari perempatan Pura sampai DPRD Kudus jalannya sudah parah, ditambal juga yang tambalan malah bikin jalan gak rata”, sebut warga dalam aduannya.
“Mohon segera dibenahi entah itu jalan daerah, jalan provinsi atau jalan nasional kategorinya”, lanjut aduan tersebut.
Admin sempat merespon dengan jawaban info dari dinas PUPR : Untuk sementara dinas PUPR Kudus menangani dengan cara penambalan jalan yang berlubang dengan anggaran rutin. Pengajuan anggaran disebut sudah diupayakan melalui dana pusat dan provinsi Jateng, karena membutuhkan anggaran yang besar. Warga pun diminta untuk memaklumi.
Sementara untuk kategori jalan, dijelaskan sejak tahun 2023 akhir sudah diserahterimakan dari jalan nasional menjadi jalan kabupaten.
Setelah beberapa bulan aduan itu masuk, perbaikan jalan R. Agil Kusumadya baru dilakukan. Pantauan BahteraJateng, sejumlah alat berat dan pekerja membongkar lapisan aspal jalan dan melapis beton di sekitar lampu merah Sempalan simpang RS Mardi Rahayu, pada Senin (10/11).
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menyatakan ruas jalan yang akan diperbaiki mencapai sekitar 1,1 kilometer.
Titik awal pengerjaan dimulai dari depan Tugu Ahmad Yani atau Kantor DPRD Kudus, dan berakhir di simpang Rumah Sakit Mardi Rahayu.
“Untuk jenis pekerjaannya terdiri dari dua, yakni rigid pavement (beton) dan AC-WC atau lapisan aspal halus”, kata Harry, belum lama ini.
Ia lebih lanjut menjelaskan, ada tiga titik utama yang menjadi fokus pekerjaan beton. Yakni di setiap persimpangan lampu merah yang kerap dilalui kendaraan berat.
“Titik pertama berada di depan Kantor DPRD Kudus. Titik kedua di depan Kantor PLN Kudus, dan titik ketiga di perempatan barat RS Mardi Rahayu”, jelasnya.
Sementara untuk pekerjaan AC-WC atau lapisan aspal halus, dilakukan setelah seluruh pekerjaan beton rampung.
“Panjang total pekerjaan beton sekitar 180 meter, dengan masing-masing titik sepanjang 60 meter dan lebar bervariasi antara 13 hingga 17 meter, disesuaikan dengan kondisi ruas jalan,” ungkap Harry.
Total anggaran mencapai Rp 12 miliar, yang dinyatakan bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pengadaannya disebut menggunakan metoda cepat versi V6, sesuai rekomendasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Metode ini menurut Harry dipilih agar proses lelang dan penetapan penyedia jasa bisa dilakukan lebih cepat tanpa mengurangi prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Kami targetkan ini selesai dalam waktu 60 hari kerja, sejak SPK terbit Oktober 2025”, tandas Harry.(day)

