Pergantian Kapolri
Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto bersama Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10). (Dok. BPMI Setpres)
| |

Perombakan Kabinet Prabowo Jadi Pemberitaan Media Asing, Pergantian Kapolri Disorot

JAKARTA[BahteraJateng] – Presiden Prabowo Subianto kembali merombak jajaran kabinetnya pada Kamis (1/10), termasuk pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut berlangsung dalam proses yang terbilang cepat. Dalam beritanya bertajuk “Prabowo replaces Indonesia Police Chief in surprise shakeup Media Malaysia, The Star, menyoroti Suyudi yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menjalani proses persetujuan di DPR pada Kamis pagi sebelum pencalonannya disetujui dalam rapat paripurna pada hari yang sama.

Menurut laporan The Star yang mengutip dari Bloomberg, rencana pergantian Kapolri tersebut sebelumnya tidak diumumkan secara terbuka. Ketua komisi DPR yang melakukan uji kelayakan, Habiburokhman, mengatakan DPR menerima surat dari Presiden Prabowo tertanggal 30 September atau sehari sebelumnya, yang meminta pemberhentian Listyo dan pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri.

Setelah mendapat persetujuan DPR, Suyudi dilantik Prabowo sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). Pelantikan tersebut sekaligus mengakhiri masa jabatan Listyo yang memimpin Polri sejak Januari 2021.

Namun, Listyo Sigit ternyata tidak sepenuhnya pensiun. Setelah diberhentikan dari jabatan Kapolri, ia dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Dudung Abdurachman. Dudung sendiri kemudian dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Pergantian Kapolri tersebut menjadi bagian dari perombakan lebih luas yang dilakukan Prabowo pada hari yang sama. Perombakan ini merupakan yang ketujuh sejak Prabowo menjabat presiden.

Selain Dudung Abdurachman yang ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggantikan Djamari Chaniago, posisi Kepala Staf Kepresidenan yang ditinggalkannya kemudian diisi Listyo. Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga melantik Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.

Prabowo juga menunjuk diplomat karier Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono. Sugiono selanjutnya dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Di sektor industri, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga ketua umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Posisi tersebut merupakan jabatan baru dalam kabinet, dan Bahlil tetap merangkap sebagai Menteri ESDM. Para pejabat baru dilantik di Istana Negara pada Kamis sore.(day)

Sumber: The Star

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *