Sorotan Media Asing atas Pembentukan Dewan Pertimbangan Presiden oleh Prabowo
JAKARTA[BahteraJateng] – Langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk dan melantik Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang diisi sejumlah pengusaha besar, politisi, tokoh agama, purnawirawan jenderal hingga mantan pejabat lembaga negara pada Jumat (2/10), menjadi sorotan sejumlah media internasional.
Reuters dalam laporan berjudul “Indonesia president picks billionaires and Islamic leaders for advisory council yang terbit pada hari yang sama menyebut Prabowo menunjuk 24 anggota baru Wantimpres.
Selain pengusaha, Reuters mencatat terdapat dua mantan pimpinan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, serta empat politisi senior dari partai-partai koalisi Prabowo. Tiga dari empat politisi tersebut merupakan mantan menteri.
Reuters menempatkan pembentukan Wantimpres dalam konteks perubahan personel pemerintahan Prabowo yang lebih luas. Laporan tersebut juga mengaitkannya dengan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan serta perhatian dari publik dan investor terhadap kebijakan pemerintah.
Analis Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, mengatakan penunjukan anggota Wantimpres dapat memperkuat basis politik Prabowo. Namun, menurut dia, pekerjaan penting berikutnya adalah memastikan Wantimpres benar-benar berperan dalam perumusan kebijakan strategis.
Tantangan besarnya adalah memastikan bahwa dewan penasihat ini benar-benar berperan dalam merumuskan kebijakan strategis, ujar Arya, seperti dikutip Reuters.
Sorotan lain dalam laporan Reuters adalah masuknya Anwar Usman sebagai salah satu anggota Wantimpres. Anwar sebelumnya dicopot dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi setelah dinyatakan melakukan pelanggaran etik dalam perkara yang berkaitan dengan syarat usia calon presiden dan wakil presiden.
Putusan tersebut membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan keponakan Anwar, untuk menjadi calon wakil presiden Prabowo pada Pemilu 2024 meski pada saat itu belum memenuhi batas usia yang dipersyaratkan.
Sementara itu di hari yang sama, Bloomberg dalam beritanya bertajuk Prabowo Taps Tycoons, Religious Leaders as Presidential Advisers melaporkan Prabowo membentuk Wantimpres pertamanya hampir dua tahun setelah ia mulai menjabat sebagai presiden. Undang-undang yang disahkan beberapa hari sebelum Prabowo mulai menjabat mengharuskan presiden mengangkat anggota Wantimpres dalam waktu tiga bulan.
Undang-undang tersebut sekaligus menghapus batas maksimal sembilan anggota dan memberikan kewenangan kepada presiden untuk menentukan jumlah anggota. Dengan komposisi 26 orang, Wantimpres bentukan Prabowo menjadi hampir tiga kali lipat dari batas sebelumnya.
Bloomberg juga menempatkan pembentukan Wantimpres dalam rangkaian perubahan pemerintahan yang lebih luas. Sehari sebelumnya, Kamis (1/10), Prabowo melantik lebih dari selusin pejabat baru, termasuk Kapolri dan Menteri Luar Negeri. Bloomberg turut menyoroti latar belakang dua pengusaha yang masuk dalam Wantimpres.
Tahir, pendiri Mayapada Group sekaligus menantu pendiri Lippo Group Mochtar Riady, disebut Bloomberg sebagai orang terkaya keenam di Indonesia dan ke-13 di Asia Tenggara berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg. Kelompok usahanya bergerak di sejumlah sektor, termasuk perbankan, rumah sakit, properti dan media.
Sementara itu, Chairul Tanjung pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bloomberg Billionaires Index menempatkan Chairul Tanjung sebagai orang terkaya ke-15 di Indonesia dengan kekayaan sekitar 2,6 miliar dolar AS. CT Corp yang didirikannya memiliki bisnis di sektor media, jasa keuangan dan ritel.
Sumber: Reuters, Bloomberg

